Manusia Cyborg

Sudah lama saya tidak membaca majalah National Geographic yang edisi bahasa Indonesia. Kebetulan saat itu saya sedang berada di SAMSAT Pusat di Bumijo, Yogyakarta. Sebenarnya saya cukup kaget melihat beberapa majalah seperti Femina dan beberapa buku yang terpajang di pojok ruangan SAMSAT. Setahun yang lalu "pojok membaca" itu belum ada, dan kini sepertinya pemerintah sudah mulai memperhatikan produktivitas warganya dengan menyediakan tempat membaca. 
Sebenarnya saya cukup malas untuk mengurus perpajakan terkait kendaraan. Mengapa? karena waktu saya membeli kendaraan bukan atas nama pribadi akhirnya saya meminjam KTP teman saya untuk mengurus pajak tersebut. Sayangnya, sampai saat ini belum juga saya melakukan "balik nama" kepemilikan sehingga setiap harus ngurus pajak harus meminjam KTP dulu. Ini merepotkan, karena teman saya sudah tidak lagi di jogja. Yang terjadi adalah, saya kadang harus menggunakan calo untuk mengurusnya atau harus bolak-balik buat ngurus pajak tersebut. Ini memusingkan sekali, saya tidak menyukai administrasi berbelit-belit.
Sesampai di SAMSAT, saya lupa! Tidak membawa buku buat dibaca, singkat cerita saya melihat "reading corner" dan meminjam majalah National Geography terbitan tahun 2017. Judulnya terkait dengan ISIS. Sayangnya saya tidak baca sampai ke bab tersebut. Diawal-awal majalah membahas tentang, kucing, sampah yang mengotori ombak dan lain-lainnya. Saya terhenti membaca pada bagian teknologi.
ILLUSTRATIONS BY 
Neil Harbisson, manusia cyborg pertama didunia yang telah berhasil melihat warna setelah kepalanya ditamani microchip dan antena. Meski baginya terlahir dengan hanya bisa melihat hitam dan putih, dia merasa beruntung sebab penglihatannya lebih tajam beberapa kali lipat dibandingkan manusia pada umumnya. Saya pernah membaca juga, orang-orang memiliki penglihatan grayscale dipergunakan sebagai penjaga benteng dimalam hari, sebab mereka bisa membedakan beberapa hal detail yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa.
Yang menarik ialah sewaktu dia bermain musik, gurunya mengatakan bahwa setiap warna memiliki nada dan sebaliknya. Sehingga hal tersebut menginspirasikannya untuk mendatangi seorang dokter (yang masih anonymous) untuk melakukan sebuah percobaan menanamkan sebuah chip diotaknya dan akhirnya! Dia berhasil melihat warna! 
Skye Gould/Tech Insider
Menariknya, kemampuannya seolah meningkat dan kini dia mampu melihat pendaran sinar UV sekalipun itu ada dibalik benda padat! Seolah-olah hal ini menyimpulkan bahwa... kini kita sudah memasuki babak baru, dimana manusia dan mesin bisa menjadi satu (cyborg).
Penelitian ini menggugah banyak kalangan ilmuan, pengembangan penanaman radio (RFID) didalam kulit yang memungkinkan kita mengontrol beragam elektronik tanpa sentuhan langsung. Hingga prediksi yang paling mengerikan dari kemajuan teknologi ini ialah: dimana seorang ibu dapat melakukan rekayasa terhadap bayi yang mereka kandung besok, baik dari warna rambut, bola mata hingga membuat upaya peningkatan IQ! Upaya ini secara teori mampu dilakukan oleh kita didalam satu dekade kedepannya.
ILLUSTRATIONS BY 
Memang gila masa depan kita! Pengarang buku terkenal Dan Brown mengilustrasikan masa depan dengan sangat mengerikan didalam novelnya yang terbaru, Origin. Bagi saya, tidak ada cara lain menghadapi masa depan selain kita juga ikut ber-evolusi dari segi pemikiran dan memperpanjang tali silaturrahim. Mengapa tali silaturrahim juga? Sebab, kita perlu memperbanyak masukan dari orang-orang yang berpikiran luas dan cerdas dari kita supaya nantinya kita tidak menjadi korban kemajuan zaman.

No comments:

Post a Comment

Instagram