Harga Jual Sebuah Produk

Follow my blog with Bloglovin

Seringkali pertanyaan ini muncul pada setiap bisnis saat baru dimulai.
"Kalau kita jual dengan harga sekian, kemahalan atau kemurahan ya?"
Penentuan harga bisa sangat krusial terutama pada perusahaan yang telah gemuk atau besar, pelanggan bisa saja kabur setelah mendengar harga yang terlalu tinggi dan bisa juga kabur karena harga terlalu murah. Sebaliknya perdebatan didalam perusahaan terkait harga ialah kapan balik modal? besar keuntungan yang diperoleh hingga margin omzet dan profit.



Yang perlu kita garis bawahi, mahal dan murahnya suatu harga tetap yang menentukan ialah customer. Anda sebagai CEO menjual produk berupa jasa seharga Rp. 750.000,00 yang anda klaim "murah" dengan fasilitas terbaik, tetapi customer bisa jadi menganggap harga tersebut mahal. Sebab, pendapatan per kapita diwilayah tersebut rendah.

Maka, jangan heran showroom Lamborghini hanya ada di Jakarta dikarenakan tingkat per kapita perkerja di Jakarta jauh lebih tinggi dari kota-kota lain di Indonesia. Ditandai dengan tingginya UMR disana dan cepatnya uang yang berputar, plus orang-orang kaya di Indonesia berkumpul disana. Apabila showroom tersebut mendirikan cabang di kota lain, sekalipun ada orang kaya, daya beli masyarakat tidak tinggi lalu mengakibatkan pemborosan yang berujung kerugian bagi perusahaan.

Lalu, bagaimana cara mengetahui produk yang akan kita jual bisa diterima oleh pasar? Disinilah anda perlu memiliki data riset dan mengerti cara mengolahnya. Namun tidak akan saya bahas lantaran panjang, yang cukup anda catat baik-baik ialah filosofi harga produk yaitu:
"Hargailah sesuatu dengan harga yang pantas."

No comments:

Post a Comment

Instagram